Kamis, 20 November 2014

Akhir Kisah Ku Bersama Dia

Pagi itu pagi yang sangat cerah, membuat ku bersemangat dalam menjalankan aktivitas hari-hari ku. Nama ku Citra Bunga Lestari panggil saja Citra, ia bersekolah di SMA Nusa Bangsa,dia seseorang yang cerdas,cantik,dan disukai banyak teman tapi,dia lemah dalam masalah cinta.inilah awal kisah nya.Saat itu, ia bertemu dengan seorang lelaki yang sangat tampan,baik dan perhatian.Namanya Boy.

Setelah setahun kemudian ia kenal lama dengan Boy.Boy menyatakan cinta kepada Citra,dan Citra pun menerima Boy dengan senang hati karena Citra dari awal sudah menyimpan rasa suka. Mereka menjalani kisah cinta dengan rasa sayang,pengertian,dan kasih sayang.mereka tak sama sekali ada konflik malah kian lama makin romantis.

Tidak lama semua itu berubah, Seakan-akan Boy hilang entah kemana citra bingung semasa ia menjalani hubungannya ia tak pernah ada konflik sama sekali,Apa ia punya yang lain ? pikir Citra dalam benaknya , Apa ia tak sayang aku lagi ?.Ia, terus bertanya-tanya pada dirinya,ia menangis dikamarnya berdiam diri dan mengurung diri. Orang tua nya pun bingung kenapa ia mengurung dikamar "Nak,ini ayah,ibu tolong,buka pintu nak"kata Ayah dan ibu , " Biarkan aku sendiri ayah,ibu" .Ibu dan ayah nya pun membiarkan dia sendiri untuk menenangkan hatinya.

Sebenarnya Boy sakit kanker darah stadium 4,dan tak dapat di obati lagi walau pun sudah kemotrapy.
Boy menghilang dari citra karena ia ke Singapure untuk menjalani pengobatan disana,tapi gagal,ia tak berpamitan kepada Citra dan tak membiarkan Orangtuanya memberi tau tentang keadaanya saat ini.Karena takut membuat hati kekasih yang paling ia cintai. Boy koma dan tak sadarkan diri setelah mengeluarkan darah dari hidungnya. Boy diperiksa Dokter ia tak bisa diselamatkan lagi.
Pak Dokter keluar " Pak,bu maaf kami,telah berusaha keras ? jadi,jadi bagaimana keadaan anak kami ?  Pak Dokter "Anak,ibu,bapak telah tiada ".mendengar kata-kata seperti itu Ibu,Bapak menangis.


Akhirnya, Sebelum memakamkan Boy, Orang tua boy menceritakan semua kepada Citra di telephone, Citra menangis dan buru-buru kerumah Boy, disana ia makin sedih karena melihat kekasih tercinta nya Telah dibungkus kain kafan, orang tuanya dan orang tua Boy berusaha menenangkan Citra. setelah pemakaman Ibunda Boy kekamar ia menemukan sepuncuk surat untuk Citra.
keesok harinya ia memberikan surat itu kepada Citra .

" Dear Citra Sayangku"
maafkan kekasihmu yang tak pernah memberitau tentang keadaanku 
aku tak mau menghancurkan perasaan mu sayang 
aku hanya ingin DO'A mu bukan tangisanmu sayang
aku ingin kau seperti dulu
cerita seperti dulu
janji pada ku sayang
selalu tersenyum lah  kau akan bertemu aku kembali di surga .

Citra pun berhenti menangis dan ia berlahan-lahan ikhlas atas kepergian boy


                                                  SEKIAN