Jumat, 07 Oktober 2016

Pengalaman Buruk Candra

Soory nih guys jarang online kebanyakan deadline hmm,sedih nih gak bisa nulis cerpen rutin kek dulu . soalnya laptop lagi rusak . tapi gpp deh walaupun lagi rusak aku tetep bisa nulis di blog ini meskipun harus lewat warnet sih, hehehehhehe. kali ini cerpen ku berasal dari pengalaman ku sendiri... simak


                                                         Pengalaman Buruk Candra

Saat ini ia telah menempuh pendidikan yang lebih tinggi ,mungkin menurutnya pedidikan yang akan ia tempuh jauh lebih baik ."Ternyata ini lebih parah dari sebelumnya"gumam candra.Candra seorang siswa yang baru duduk di kelas 10.  Tubuhnya yang tinggi dan putih membuat banyak yang suka padanya.

ia tak mrnyukai sekolah baru itu,karena paksaan dari orangtua yang membuat ia berada di sana .perasaan kesal dan marah itu hadir dalam hatinya bukan pada kedua orang tuanya melainkan dia marah pada dirinya sendiri karena sewaktu hampir mendekati ujian Nasional persiapan candra belum matang benar . Banyak materi yang ia lewatkan . kesibukan ingin mencari uang sendiri yang lebih di utamakan.

Pada saat it memang ayah dan ibu telah melarangnya untuk bekerja karena mereka masih mamp untuk menyekolahkannya . orangtua nya hanya ingin ia belajar dengan giat agar ia mendapat nilai yang baik untuk masuk k3 sekolah favorit. Tapi,dia menolak dan tetap ingin bekerja ,mereka pun tak bisa menolak keinginannya itu dengan syarat harus belajar dengan giat agar mendapat nilai yang maksimal.

Waktu berlalu begitu cepat Ujian Nasional akan terlaksana Candra belum siap untuk melakukannya . ujian pun di mulai ia hanya bisa berdo'a dan pasrah agar ia dapat mengerjakan soal-soal dengan baik dan benar .
ujian demi ujian ia lewati hingga hasil itu pun di umum kan . ia sangat takut sekali dengan hasil yang ia peroleh. setelah ia mengetahui nilainya ia sangat kecewa dan sedih karena nilainya tidak maksimal. sehingga ia tak dapat masuk negri.

saat ia di daftarkan orangtua nya dan hari itu sudah masuk masa Orientasi siswa. candra mengikutinya dengan sangat malas bahkan saat di kelas ia terasa tidak bahagia sama sekali. Rasa penyesalan itupun berakhir lama kelamaan saat ia mulai kenal dengan teman-teman barunya dan guru-guru di sana yang selalu memberi motivasi . Candra berjanji pada dirinya sendiri untuk belajar dengan giat supaya dapat berprestasi dan mengharumkan nama sekolah.

                                                                   

                                                                         "Tamat"



karya : Hanifah Aliyatul Mufdah


Jumat, 15 April 2016

The Killer Cat 1

 The Killer Cat part 1 


Pada suatu malam di dekat sebuah kuburan terdapat kucing hitam yang manis,konon katanya kucing itu penjaga kuburan,memang kuburan itu sudah lama tak terawat karena juru kunci di sana telah meninggal dunia.Suatu ketika Andin pulang dari les sekian lama ia menunggutak kunjung di jemput oleh supirnya yang bernama Pardi. Akhirnya Andin memutuskan untuk berjalan pulang sendiri walaupun tempatnya jauh dari rumahnya .Saat di jalan ia bertemu dengan kucing itu yang terlihat sangat lemah "mungkin ia lapar kata Andin 

ia pun mengeluarkan sepotong ikan yang ia bawa dari rumah. "Push meong makanlah kau pasti lapar" kucing itu langsung melahap ikan yang di bawanya setelah ia selesai makan kucing itu mengelus-elus kaki Andin dengan bulu halusnya Andinpun tersenyum dan mengendongnya . tak lama kemudian ia telah menyadari hari semakin larut mlam saja,jalanan pun sudah terlihat sangat gelap. Andin melepaskan kucing itu dan ia bergegas untuk pulang.


Kucing itu nampak sedih saat Andin meninggalkannya.Tapi,beberapa menit kemudian kesedihan nya berubah menjadi rasa kesal dan sebal. Tat kala Selly datang kepadanya untuk menggodanya,perut kucing itu di remas olehya dan ekornya di injak,tak lama kemudian kucing itu mencakar pipi selly yang hendak menggedongnya "kucing sialan" katanya ia pun melemparkannya di jalanan tak senggaja truck besar menabrak kucing itu,darahnya pun mengenai wajah selly. Kemudian ia lari dengan penuh rasa takut dan khawatir karena seseorang telah mengatakan bahwa membunu kucing hitam akan menyebabkan malah petaka.


keesokan paginya Andin ingin sekali menemui kucing itu lagi dengan membawa ikan yang lezat untuk di berikan kepadanya sesampai di sana ia tak lagi bertemu dengannya "Dimana dia" sambil mengelilingi jalan di dekat kuburan itu,sebenarnya ia sangat takut tetapi,rasa ingin bertemu membuat ia mencoba untuk berani masuk kedalam.

 

Andin memanggil-manggil kucing itu tapi ia tak kunjung datang juga ,ia pun terus menulusuri kuburan tersebut saat ia menoleh ke kanan ia tak melihat kalau ada batu nisan disana ia pun terjatuh .Andin berusaha bangun dari sana ,saat ia ingin bangun tiba-tiba saja seseorang meraih pundaknya, dia terkejut dan sangat takut ia tak berani menoleh kebelakang suara terdengar sepintas "nak bangun kau tidak apa-apa" ternyata dia seorang juru kunci baru disini . bapak itu bertanya kembali  padanya "mengapa kau disini kau mencari siapa" Andin berkata "aku sedang mencari kucing hitam manis biasanya ia sedang ada di pintu depan kuburan hari ini ia tak ada,"oh kuccing hitam itu,ia sudah tiada" ujarnya "apa tidak mungkin " sela Andin pada bapak itu bapak itu pun menjelaskan bahwasannya kucing itu mati di tabrak truck besar.

 

 

 

                                            "Tunggu Kelanjutannya"


Sabtu, 05 Maret 2016

Cinta Gila Remaja Muda


My Cerpen
              “Cinta Gila Remaja Muda”
                                                       By : Hanifah


Ku mengenal dirinya sejak lama,kedekattan kami bahkan seperti adik kakak,inilah kisahnya,dan kalian yang membacanya ku berharap kalian bisa memetik hikmah dari cerita tersebut.

Kejadian ini,berawal dari masa pembelajaran baru tahun 2015-2016. Pagi yang sagat cerah membuat pangeran kecil ,tampan dan manis  ini  beranjak dari tempat tidurnya,hari ini adalah awal ia masuk ke persekolahan menengah pertama,sungguh ia sangat bersemangat untuk memasukki dunia yang baru. Hingga suatu saat .

Ia bertemu dengan salah satu wanita yang sangat cantik dan manis di sekolah baru itu,sebenarnya ia sama sekali tak mengenalnya atau pun bertemu dengan wanita itu,tetapi wanita itulah yang berusaha memasuki kehidupannya . sungguh ia sangat terpesona dengan ketampanan pangeran tersebut,ia juga mempunyai seorang kakak sepupu yang bersekolah di situ,kebetulan juga ia adalah teman dari wanita yang menyukai dirinya,dalam diam dia mendekati kakak nya tersebut dengan maksud mendekati pangeran kecil itu.

Pada saat itu lama kelamaan dia semakin dekat dengan pangeran kecil itu,dia selalu mencari  alasan agar ia mendapat perhatian khusus dari nya . Dari kejadian tersebut pangeran mulai mempunyai rasa suka padanya,sebenarnya ia belum tau apa-apa di umurnya yang masih terlalu muda  untuk mengenal kata  “Cinta” . saat mereka berdua saja,pangeran menyatakan cintanya pada wanita itu,tak lama berfikir,wanita itu menerima nya dengan sangat bahagia.

Telah lama ia bersama-sama,hari-hari begitu saja,tapi semua sirna saat wanita itu mengenal pria lain yang jauh,lebih baik dari pada dirinya,wanita itupun pergi meninggalkan pangeran,sungguh sangat hancur perasaan pangeran  saat itu,ia tak tau harus berbuat apa lagi pada dirinya,ia sangat marah dan ia sangat membenci wanita itu, dalam kemarahan nya ia memutuskan untuk  menghilangkan semua masalah yang ia timpa,sungguh pangeran memikirkan hal bodoh untuk meluapkan kemarahannya tersebut dengan menuju arena balapan selain itu,ia selalu berani menentang kedua orang tuanya dan berbohong kepada mereka,ia pun merokok dan kadang-kadang membolos sekolah,entah sampai kapan perbuatan jelek pangeran ini bisa selesai,hanya karena cinta dia menghancurkan dirinya dan masa depannya.

Semoga kisah diatas dapat menjadi hikmah untuk kalian semua kaum remaja muda,karena kalian hidup bukan untuk menghabiskan waktu dengan seseorang yang kalian cintai saja masih banyak waktu untuk belajar dan masih banyak ilmu yang belum kalian ketahui  untuk dapat membahagiakan orang tua kalian .

                                  “Tamat”

Minggu, 21 Februari 2016

“Perjalanan Sang Tetesan Air Mata”



               “Perjalanan Sang  Tetesan Air Mata”
                                                    By : Hanifah Aliyatul M

               Tetesan embun membasahi rerumputan hijau di pagi hari, di sambut dengan angin sempoi-sempoi masuk kedalam jendela. Suara kicau burung yang merdu . kring,,,,kring jam alarm berbunyi menunjukan pukul lima pagi. Segera ia terbangun dan menuju ke kamar mandi . “suasana yang cerah ,bagaimana bila aku keluar untuk melihat setetes embun pagi” ujar Aini . Aini adalah sosok wanita yang ceria.
                 Keceriaannya berakhir sampai disini,ia bukanlah lagi sosok wanita yang ceria melainkan sosok wanita yang murung diri . kejadian ini berawal dari suatu sore ia menerima sebuah pesan dari seseorang yang ia tidak kenali . ia pun membalas pesan orang itu, dia mengaku bahwa ia adalah teman lama dari Aini . “Assalamualaikum ,,, masih kenal kah kau dengan diriku” Tanya nya dalam pesan tersebut . Aini pun menjawabnya pesan itu “Waalaikum slm,ini siapa yha”. Zidane teman lamamu . setelah banyak berbincang ia memutuskan untuk bertemu dengan kawan lamanya walaupun dalam hatinya ragu .
                        Aini tidak begitu percaya kepada seseorang yang belum pasti ia kenali itu,maka pada sesampainya di sekolah ia mempunyai seorang kelompok belajar mereka,tidaklah hanya kelompok belajar tapi mereka juga keluarga yang selalu berbagi cerita dan masalah, Aini menceritakan semuanya pada sahabatnya kemudian sahabat-sahabatnya meyetujui agar dia bertemu dengan orang itu . seakan-akan mereka juga ingin membantu nya dengan ikut dengannya ,tapi karena hari Sabtu mereka tidak bisa ikut dengan Aini karena mempunyai kegiatan masing-masing.
                    Minggu pagi mereka pun sepakat untuk bertemu , Aini pun sudah sampai di tempat itu , setelah menunggu lamanya ,zidane menggirimkan pesan padanya dia tidak bisa datang karena ban motornya bocor, Aini pun pulag dengan kecewa . Keesok paginya aini bercerita kepada teman-temannya bahwa ia tidak jadi bertemu dengan dirinya. Sepulang sekolah Aini sangat lelah ia ingin istirahat . Tiba-tiba saja ibu nya memasuki kamarnya ia ingin bertanya kepada Aini ,tapi sebelumnya ia harus berkata jujur . ia tersenyum dan berkata dengan senang hati Ibu . “Apakah kau kemarin bertemu dengan seseorang yang sama sekali tidak kamu kenali betul orangnya” . “benar ibu” . “Taukah kamu bahwa itu adalah sepupumu yang ingin mengetes dirimu”. “maksud ibu” . Setelah berbincang lama Aini mengetahui semuanya .
                         Tetesan Airmata Aini tiba-tiba keluar dengan derasnya,seakan-akan ia telah kehilangan semangat hidupnya. Dalam hatinya “mengapa ia melakukan ini padaku,apa salahku terhadap keluarganya sehinga ia memberikan hukuman seperti ini pada diriku” . tetesan air mata pun tak bisa berhenti dari matanya yang indah itu . Berkali-kali ia meneteskan air mata itu karena kesalahannya ,ia telah mengecewakan kedua orang tuanya . Dalam keadaan yang sangat sedih dan gelisah tak ada yang mempercayainya lagi tidak ada yang menghiraukan dirinya . perjalanan sang tetesan air mata Aini tak berhenti begitu saja ,setiap ia menginggat kejadian ini sang air mata akan keluar dengan begitu hebatnya. Tapi di balik kejadian ini ia bisa memetik hikmah yang luar biasa, meski ia harus merasakan kesedihan yang tak bisa ia hilangkan begitu saja .


                                                    “ TAMAT”