Minggu, 21 Februari 2016

“Perjalanan Sang Tetesan Air Mata”



               “Perjalanan Sang  Tetesan Air Mata”
                                                    By : Hanifah Aliyatul M

               Tetesan embun membasahi rerumputan hijau di pagi hari, di sambut dengan angin sempoi-sempoi masuk kedalam jendela. Suara kicau burung yang merdu . kring,,,,kring jam alarm berbunyi menunjukan pukul lima pagi. Segera ia terbangun dan menuju ke kamar mandi . “suasana yang cerah ,bagaimana bila aku keluar untuk melihat setetes embun pagi” ujar Aini . Aini adalah sosok wanita yang ceria.
                 Keceriaannya berakhir sampai disini,ia bukanlah lagi sosok wanita yang ceria melainkan sosok wanita yang murung diri . kejadian ini berawal dari suatu sore ia menerima sebuah pesan dari seseorang yang ia tidak kenali . ia pun membalas pesan orang itu, dia mengaku bahwa ia adalah teman lama dari Aini . “Assalamualaikum ,,, masih kenal kah kau dengan diriku” Tanya nya dalam pesan tersebut . Aini pun menjawabnya pesan itu “Waalaikum slm,ini siapa yha”. Zidane teman lamamu . setelah banyak berbincang ia memutuskan untuk bertemu dengan kawan lamanya walaupun dalam hatinya ragu .
                        Aini tidak begitu percaya kepada seseorang yang belum pasti ia kenali itu,maka pada sesampainya di sekolah ia mempunyai seorang kelompok belajar mereka,tidaklah hanya kelompok belajar tapi mereka juga keluarga yang selalu berbagi cerita dan masalah, Aini menceritakan semuanya pada sahabatnya kemudian sahabat-sahabatnya meyetujui agar dia bertemu dengan orang itu . seakan-akan mereka juga ingin membantu nya dengan ikut dengannya ,tapi karena hari Sabtu mereka tidak bisa ikut dengan Aini karena mempunyai kegiatan masing-masing.
                    Minggu pagi mereka pun sepakat untuk bertemu , Aini pun sudah sampai di tempat itu , setelah menunggu lamanya ,zidane menggirimkan pesan padanya dia tidak bisa datang karena ban motornya bocor, Aini pun pulag dengan kecewa . Keesok paginya aini bercerita kepada teman-temannya bahwa ia tidak jadi bertemu dengan dirinya. Sepulang sekolah Aini sangat lelah ia ingin istirahat . Tiba-tiba saja ibu nya memasuki kamarnya ia ingin bertanya kepada Aini ,tapi sebelumnya ia harus berkata jujur . ia tersenyum dan berkata dengan senang hati Ibu . “Apakah kau kemarin bertemu dengan seseorang yang sama sekali tidak kamu kenali betul orangnya” . “benar ibu” . “Taukah kamu bahwa itu adalah sepupumu yang ingin mengetes dirimu”. “maksud ibu” . Setelah berbincang lama Aini mengetahui semuanya .
                         Tetesan Airmata Aini tiba-tiba keluar dengan derasnya,seakan-akan ia telah kehilangan semangat hidupnya. Dalam hatinya “mengapa ia melakukan ini padaku,apa salahku terhadap keluarganya sehinga ia memberikan hukuman seperti ini pada diriku” . tetesan air mata pun tak bisa berhenti dari matanya yang indah itu . Berkali-kali ia meneteskan air mata itu karena kesalahannya ,ia telah mengecewakan kedua orang tuanya . Dalam keadaan yang sangat sedih dan gelisah tak ada yang mempercayainya lagi tidak ada yang menghiraukan dirinya . perjalanan sang tetesan air mata Aini tak berhenti begitu saja ,setiap ia menginggat kejadian ini sang air mata akan keluar dengan begitu hebatnya. Tapi di balik kejadian ini ia bisa memetik hikmah yang luar biasa, meski ia harus merasakan kesedihan yang tak bisa ia hilangkan begitu saja .


                                                    “ TAMAT”