“Perjalanan Sang Tetesan Air
Mata”
By
: Hanifah Aliyatul M
Tetesan
embun membasahi rerumputan hijau di pagi hari, di sambut dengan angin
sempoi-sempoi masuk kedalam jendela. Suara kicau burung yang merdu .
kring,,,,kring jam alarm berbunyi menunjukan pukul lima pagi. Segera ia
terbangun dan menuju ke kamar mandi . “suasana yang cerah ,bagaimana bila aku
keluar untuk melihat setetes embun pagi” ujar Aini . Aini adalah sosok wanita
yang ceria.
Keceriaannya berakhir sampai disini,ia bukanlah lagi sosok wanita yang
ceria melainkan sosok wanita yang murung diri . kejadian ini berawal dari suatu
sore ia menerima sebuah pesan dari seseorang yang ia tidak kenali . ia pun
membalas pesan orang itu, dia mengaku bahwa ia adalah teman lama dari Aini .
“Assalamualaikum ,,, masih kenal kah kau dengan diriku” Tanya nya dalam pesan
tersebut . Aini pun menjawabnya pesan itu “Waalaikum slm,ini siapa yha”. Zidane
teman lamamu . setelah banyak berbincang ia memutuskan untuk bertemu dengan
kawan lamanya walaupun dalam hatinya ragu .
Aini tidak begitu percaya kepada seseorang yang belum pasti ia kenali
itu,maka pada sesampainya di sekolah ia mempunyai seorang kelompok belajar
mereka,tidaklah hanya kelompok belajar tapi mereka juga keluarga yang selalu
berbagi cerita dan masalah, Aini menceritakan semuanya pada sahabatnya kemudian
sahabat-sahabatnya meyetujui agar dia bertemu dengan orang itu . seakan-akan
mereka juga ingin membantu nya dengan ikut dengannya ,tapi karena hari Sabtu
mereka tidak bisa ikut dengan Aini karena mempunyai kegiatan masing-masing.
Minggu pagi mereka pun sepakat untuk bertemu , Aini pun sudah sampai di
tempat itu , setelah menunggu lamanya ,zidane menggirimkan pesan padanya dia
tidak bisa datang karena ban motornya bocor, Aini pun pulag dengan kecewa .
Keesok paginya aini bercerita kepada teman-temannya bahwa ia tidak jadi bertemu
dengan dirinya. Sepulang sekolah Aini sangat lelah ia ingin istirahat .
Tiba-tiba saja ibu nya memasuki kamarnya ia ingin bertanya kepada Aini ,tapi
sebelumnya ia harus berkata jujur . ia tersenyum dan berkata dengan senang hati
Ibu . “Apakah kau kemarin bertemu dengan seseorang yang sama sekali tidak kamu
kenali betul orangnya” . “benar ibu” . “Taukah kamu bahwa itu adalah sepupumu
yang ingin mengetes dirimu”. “maksud ibu” . Setelah berbincang lama Aini
mengetahui semuanya .
Tetesan Airmata Aini tiba-tiba keluar dengan derasnya,seakan-akan ia
telah kehilangan semangat hidupnya. Dalam hatinya “mengapa ia melakukan ini
padaku,apa salahku terhadap keluarganya sehinga ia memberikan hukuman seperti
ini pada diriku” . tetesan air mata pun tak bisa berhenti dari matanya yang
indah itu . Berkali-kali ia meneteskan air mata itu karena kesalahannya ,ia
telah mengecewakan kedua orang tuanya . Dalam keadaan yang sangat sedih dan
gelisah tak ada yang mempercayainya lagi tidak ada yang menghiraukan dirinya .
perjalanan sang tetesan air mata Aini tak berhenti begitu saja ,setiap ia
menginggat kejadian ini sang air mata akan keluar dengan begitu hebatnya. Tapi
di balik kejadian ini ia bisa memetik hikmah yang luar biasa, meski ia harus
merasakan kesedihan yang tak bisa ia hilangkan begitu saja .
“ TAMAT”