Sabtu, 25 Maret 2017

Pilihan Dari Tuhan


Akan aku tuliskan dalam lembaran kertas putih dengan pena biru,sesuatu yang sekira nya belum pernah aku rasakan. Kadang masih ragu dalam hati,apakah ini hanya sebuah mimpi atau hanya imajinasi semata. Perasaan ini tiba-tiba saja muncul dalam hati.

Memang aku belum pernah melihatnya, sosoknya seperti apa ?,bagaimana dengan matanya ?,senyumnya seindah apa ? ,semerdu apa suaranya ?,dan Kapan aku bisa bertemu dengannya . ingin sekali duduk berdua bersama dengan dirinya bercerita tentang apa saja dan merasakan bagaimana waktu terasa begitu cepat saat kita bersama. Tapi entah kenapa aku begitu yakin dia adalah pilihan dari tuhan ya untuk aku.

Seakan hati ini sendiri lah yang memilih dirinya tapi tak ada alasan yang bisa ku ungkapkan mengapa aku bisa mencintai dirinya ? karena bukanlah fisik,harta,kecerdasan,dan lain-lainnya yang membuat ini semua terasa berbeda,yang ku tau aku sangat bahagia bersama diri nya dan aku mencintainya.

Kadang gombalan canda tawanya itu membuat hati ini merasa ingin terseyum dan tertawa geli,tapi jujur aku sangat bahagia,mungkin ini jawaban dari tuhan yang selama ini aku inginkan ,kadang merasa takut dan merasa  cemburu tanpa ada alasan yang begitu jelas ,mungkin karena  takut, ia menebar senyuman manisnya itu dan dapat membuat para cewek-cewek centil itu pingsan seketika(hahahahaha J). Tapi aku yakin Pilihan Tuhan itu yang terbaik dan jika sekiranya dia di takdir kan untuk diri ku pasti kita akan bersama .

(H & H)


                                                                         Karya : Hanifah A.M

Kamis, 23 Maret 2017

Terima Kasih Sahabat



Terlihat awan hitam diatas langit nampak akan turun hujan kata ayah,sekilas terdengar ada seseorang yang sedang berlalu lalang begitu sangat ramai walaupun,keadaan sudah mulai gelap. Oh ya,nama ku Ana aku masih duduk di bangku SMA kata orang aku sangat berbeda dengan yang lain tapi,perbedaan itulah yang membuat ku berangan ingin seperti mereka.

Hari sudah gelap tapi tetap saja mata ini tak bisa terpejam. Kadang mata mengeluarkan air mata tanpa ada sebab yang jelas,mungkin di langit malam terlihat berjuta bintang yang indah dan bulan sabit yang menambah cantiknya pemandangan di luar sana ,ingin sekali aku turun dan melihat segalanya tapi sudahlah .

Berharap malam ini akan menjadi waktu yang sangat panjang dan tak menginginkan terlelap secepat ini,dalam hati berkata Tuhan kenapa,kenapa harus sangat sulit?Apakah kau memiliki rencana di balik ini semua ? kata ibu untuk apa menjadi mereka sedangkan jadi diri sendiri itu lebih baik tapi hati ini selalu berkata seandainya saja bisa seperti mereka pasti sangat menyenangkan.

Suara pintu membuyarkan lamunan ku ternyata ibu,Dia menyuruh agar segera tidur waktu sudah sangat malam dan besok harus bangun pagi untuk berangkat sekolah. Baiklah selamat malam

Kring kring kring jam kecil mulai berbunyi cepat sekali terasa baru 5 menit aku tidur sudah pagi saja malas sekali rasanya bangun dari tempat tidur terlebih lagi bertemu dengan mereka. Sudahlah bergegas mandi dan berangkat sekolah.

Sesampainya di sekolah aku sudah sarapan,sarapan hinaan dan cacian yang biasa tertelan di setiap harinya. Tak masalah bagiku mungkin tanpa mereka sepi hidup ini . Banyak kejuatan dari mereka hari ini yah mereka geng-geng centil di sekolah.Hmm mandi lagi deh karena tersiram air bekas pel dan permen karet yang menempel di kursi membuat tak sanggup menahan tangis.tapi,aku masih memiliki seorang teman namanya Nisa dia selalu ada untukku tapi ada yang aneh dari dia akhir-akhir ini.

Mungkin,karena ketidak sempurnaan diriku dia malu,kalau dia malu kenapa selalu baik,ada apa ya?. Dia bilang aku sahabatnya,mungkin hanya hayalan belaka. Sudahlah pulang saja sudah di jemput ayah lagian gak penting jugak.

Baru sampai rumah kabar baik menyapa,kata ibu aku akan segara melakukan operasi,bahagia rasanya mendengarnya sebentar lagi hinaan dan cacian dari orang-orang sekitar sudah tak akan lagi terdengar di telinga dan pastinya aku akan menemui sahabat ku Nisa,dia pasti terkejut dan tak akan malu lagi bersahabat dengan aku.

Malam pun tiba seakan lama sekali,waktu yang sangat lama ini mungkin di sebabkan Karena diriku tak sabar melakukan operasi, memejamkan mata saja sangat sulit,biarlah agar aku dapat merasakan kegelapan ini untuk yang terakhir kalinya.

Matahari pun lama kelamaan muncul,sudah pagi rupanya,aku segera bangun dan mandi ,dalam hati berkata semoga semuanya berjalan dengan baik rasa bahagia ini seakan berubah menjadi takut saat telah tiba di rumah sakit dan operasi pun dimulai. 2 jam berlalu akhirnya operasi pun selesai,kain putih yang menutupi mata ini akan segera di buka,tak sabar lagi rasanya. Setelah lama menunggu kain ini berlahan-lahan di buka semuanya terlihat samar-samar dan aku sangat bahagia saat aku sudah bisa melihat. Ya melihat semuanya Ayah,Ibu,warna langit yang selalu di ceritakan ayah dan indahnya pemandangan malam.

Setelah selesai akhirnya kita pulang kerumah,ayah dan ibu memberikan ku sesuatu berupa sepucuk surat yang ternyata itu dari Nisa.
“Dear Ana”
Ini aku Nisa,Apa kabar? Pasti baik banget hehe
Cie kamu sekarang udah bisa memenuhi impian mu sekarang,tapi sayang na ……
Maaf banget aku udah gak bisa nemenin kamu lagi,bantuin kamu pas kamu lagi di kerjain sama geng centil itu,tapi aku yakin kok kamu bisa tanpa aku. Terakhir aku menulis surat ini saat aku sudah tak mampu lagi untuk bertahan sakit kanker ini membuatku sangat lemah . So Maafin aku yah yang beberapa hari lalu menjauhi mu itu karena aku gak pengen kamu tau kalau aku sebenarnya sedang sakit. Jaga mata yang ku berikan sepenuh hati untukmu agar aku bisa melihatmu bahagia di atas sana . I MISS YOU ANA
                                                   From: Your Bestfriend
                                                                     (Nisa)
Deg detak jantungku serasa begitu kencang,tubuh pun terasa lemah,air mata ini tak dapat terbendung lagi terasa mengalir deras bagaikan hujan. Tuhan kenapa semua ini harus terjadi biarkan saja aku buta tak dapat melihat apapun tapi kembalikan sahabatku Nisa. Ayah dan ibu mncoba menenangkan diriku. Akhirnya aku bisa mengikhlas kan dia meski kadang aku sangat merindukannya,terima kasih sahabat karena dirimu aku bisa melihat segalanya dan aku berjanji akan selalu menjaga mata ini dengan baik.

Tamat


Minggu, 19 Maret 2017

Hidup Tak Seindah Surga



Di dalam gelapnya sebuah malam terdapat pemuda yang hidup dalam kesederhanaan. Ia hanya memiliki seorang ibu dan di temani oleh 7 orang saudara-saudarinya. Ayahnya telah tiada sejak ia masih kecil. Setelah ayah mereka meninggal dunia hidup nya semakin susah,kadang mereka berpuasa karena tidak ada yang  bisa di makan.


Saat kecil pemuda itu sering sakit-sakitan ibunya kebingungan harus bagaimana agar anaknya cepat sembuh,ingin rasanya ia membawa anaknya itu kedokter tapi dari mana ia mendapat uang untuk biaya pengobatan sedangkan untuk makan saja sudah susah. Ibunya berusaha keras untuk bisa mengobati anak nya itu hingga ia rela mencari setumpukkan sampah demi mendapatkan uang . Semakin lama sakitnya tambah parah ibu pemuda itupun bergegas menemui seorang kyai di desanya tersebut sampai akhirnya kyai tersebut menyarankan untuk di ganti namanya. Setelah di ganti nama beberapa hari kemudian pemuda itu sembuh.


Seiring berjalannya waktu pemuda itu tumbuh dan memasuki jenjang ke sekolah dasar ia sangat senang bisa mempelajari hal-hal yang baru. Pada waktu istirahat dia selalu merasa lapar tapi sengaja saja ia tahan dia tidak ingin teman-temannya tau bahwa ia tidak memiliki uang untuk membeli makanan tidak hanya itu tapi pemuda ini tidak ingin di kasihani oleh temannya. Pada waktu dia duduk di bangku kelas 5 SD pendidikanya berhenti. Setelah ia tak bersekolah ia memutuskan untuk bekerja,



Pemuda ini bekerja sebagai buruh,dalam kerjanya ini membutuhkan kerja keras dan perjuangan yang besar karena ia tidak hanya bekerja kadang juga dimaki-maki,dihina,di pukul dan sebagainya demi mendapat sesuap nasi dan sedikit uang. Meskipun begitu saudara-saudarinya tidak pernah perduli dengan keadaan adiknya ini dan bahkan bisa di katakan selalu menyusahkan dirinya 


selain bekerja dia juga belajar ilmu agama,sampai akhirnya kerja keras dan perjuangannya itu membuahkan hasil, Uang yang ia dapatkan sedikit demi sedikit ia tabung dan sebagian di berikan kepada ibunya. Sungguh panas dan hujan tak ia rasakan demi kebahagiaan Ibu dan ke 7 Saudara saudarinya .Semakin lama ia bekerja dan ia sudah tumbuh menjadi dewasa dia menciptakan usaha sendiri dan tak lama kemudian ia menemukan seorang pendamping hidup dan di karunia 3 orang anak. Usahanya semakin maju meskipun hanya sebagai pedagang ia memiliki 2 Rumah yang satu di kontrakkan dan di tempatinya sendiri. Sungguh hidup ini tak seindah surga yang penuh dengan kenikmatan tetapi harus melalui perjuangan dan perjuangan yang berat dan juga panjang .


Dan Kisah yang Ku tuliskan Sebagai Pemuda itu adalah Ayahku,




Cerpen ini terinspirasi dari cerita masa kecil seorang Ayah

                                                                                                     
                                                                                       Karya : Hanifah Aliyatul M