Di dalam
gelapnya sebuah malam terdapat pemuda yang hidup dalam kesederhanaan. Ia hanya
memiliki seorang ibu dan di temani oleh 7 orang saudara-saudarinya. Ayahnya
telah tiada sejak ia masih kecil. Setelah ayah mereka meninggal dunia hidup nya
semakin susah,kadang mereka berpuasa karena tidak ada yang bisa di makan.
Saat kecil
pemuda itu sering sakit-sakitan ibunya kebingungan harus bagaimana agar anaknya
cepat sembuh,ingin rasanya ia membawa anaknya itu kedokter tapi dari mana ia
mendapat uang untuk biaya pengobatan sedangkan untuk makan saja sudah susah.
Ibunya berusaha keras untuk bisa mengobati anak nya itu hingga ia rela mencari
setumpukkan sampah demi mendapatkan uang . Semakin lama sakitnya tambah parah ibu pemuda itupun bergegas menemui seorang kyai di desanya tersebut sampai akhirnya kyai tersebut menyarankan untuk di ganti namanya. Setelah di ganti nama beberapa hari kemudian pemuda itu sembuh.
Seiring berjalannya waktu pemuda itu tumbuh dan memasuki jenjang ke sekolah dasar ia sangat senang bisa mempelajari hal-hal yang baru. Pada waktu istirahat dia selalu merasa lapar tapi sengaja saja ia tahan dia tidak ingin teman-temannya tau bahwa ia tidak memiliki uang untuk membeli makanan tidak hanya itu tapi pemuda ini tidak ingin di kasihani oleh temannya. Pada waktu dia duduk di bangku kelas 5 SD pendidikanya berhenti. Setelah ia tak bersekolah ia memutuskan untuk bekerja,
Pemuda ini bekerja sebagai buruh,dalam kerjanya ini membutuhkan kerja keras dan perjuangan yang besar karena ia tidak hanya bekerja kadang juga dimaki-maki,dihina,di pukul dan sebagainya demi mendapat sesuap nasi dan sedikit uang. Meskipun begitu saudara-saudarinya tidak pernah perduli dengan keadaan adiknya ini dan bahkan bisa di katakan selalu menyusahkan dirinya
selain bekerja dia juga belajar ilmu agama,sampai akhirnya kerja keras dan perjuangannya itu membuahkan hasil, Uang yang ia dapatkan sedikit demi sedikit ia tabung dan sebagian di berikan kepada ibunya. Sungguh panas dan hujan tak ia rasakan demi kebahagiaan Ibu dan ke 7 Saudara saudarinya .Semakin lama ia bekerja dan ia sudah tumbuh menjadi dewasa dia menciptakan usaha sendiri dan tak lama kemudian ia menemukan seorang pendamping hidup dan di karunia 3 orang anak. Usahanya semakin maju meskipun hanya sebagai pedagang ia memiliki 2 Rumah yang satu di kontrakkan dan di tempatinya sendiri. Sungguh hidup ini tak seindah surga yang penuh dengan kenikmatan tetapi harus melalui perjuangan dan perjuangan yang berat dan juga panjang .
Dan Kisah yang Ku tuliskan Sebagai Pemuda itu adalah Ayahku,
Cerpen ini terinspirasi dari cerita masa kecil seorang Ayah
Karya : Hanifah Aliyatul M
Tidak ada komentar:
Posting Komentar