Kamis, 23 Maret 2017

Terima Kasih Sahabat



Terlihat awan hitam diatas langit nampak akan turun hujan kata ayah,sekilas terdengar ada seseorang yang sedang berlalu lalang begitu sangat ramai walaupun,keadaan sudah mulai gelap. Oh ya,nama ku Ana aku masih duduk di bangku SMA kata orang aku sangat berbeda dengan yang lain tapi,perbedaan itulah yang membuat ku berangan ingin seperti mereka.

Hari sudah gelap tapi tetap saja mata ini tak bisa terpejam. Kadang mata mengeluarkan air mata tanpa ada sebab yang jelas,mungkin di langit malam terlihat berjuta bintang yang indah dan bulan sabit yang menambah cantiknya pemandangan di luar sana ,ingin sekali aku turun dan melihat segalanya tapi sudahlah .

Berharap malam ini akan menjadi waktu yang sangat panjang dan tak menginginkan terlelap secepat ini,dalam hati berkata Tuhan kenapa,kenapa harus sangat sulit?Apakah kau memiliki rencana di balik ini semua ? kata ibu untuk apa menjadi mereka sedangkan jadi diri sendiri itu lebih baik tapi hati ini selalu berkata seandainya saja bisa seperti mereka pasti sangat menyenangkan.

Suara pintu membuyarkan lamunan ku ternyata ibu,Dia menyuruh agar segera tidur waktu sudah sangat malam dan besok harus bangun pagi untuk berangkat sekolah. Baiklah selamat malam

Kring kring kring jam kecil mulai berbunyi cepat sekali terasa baru 5 menit aku tidur sudah pagi saja malas sekali rasanya bangun dari tempat tidur terlebih lagi bertemu dengan mereka. Sudahlah bergegas mandi dan berangkat sekolah.

Sesampainya di sekolah aku sudah sarapan,sarapan hinaan dan cacian yang biasa tertelan di setiap harinya. Tak masalah bagiku mungkin tanpa mereka sepi hidup ini . Banyak kejuatan dari mereka hari ini yah mereka geng-geng centil di sekolah.Hmm mandi lagi deh karena tersiram air bekas pel dan permen karet yang menempel di kursi membuat tak sanggup menahan tangis.tapi,aku masih memiliki seorang teman namanya Nisa dia selalu ada untukku tapi ada yang aneh dari dia akhir-akhir ini.

Mungkin,karena ketidak sempurnaan diriku dia malu,kalau dia malu kenapa selalu baik,ada apa ya?. Dia bilang aku sahabatnya,mungkin hanya hayalan belaka. Sudahlah pulang saja sudah di jemput ayah lagian gak penting jugak.

Baru sampai rumah kabar baik menyapa,kata ibu aku akan segara melakukan operasi,bahagia rasanya mendengarnya sebentar lagi hinaan dan cacian dari orang-orang sekitar sudah tak akan lagi terdengar di telinga dan pastinya aku akan menemui sahabat ku Nisa,dia pasti terkejut dan tak akan malu lagi bersahabat dengan aku.

Malam pun tiba seakan lama sekali,waktu yang sangat lama ini mungkin di sebabkan Karena diriku tak sabar melakukan operasi, memejamkan mata saja sangat sulit,biarlah agar aku dapat merasakan kegelapan ini untuk yang terakhir kalinya.

Matahari pun lama kelamaan muncul,sudah pagi rupanya,aku segera bangun dan mandi ,dalam hati berkata semoga semuanya berjalan dengan baik rasa bahagia ini seakan berubah menjadi takut saat telah tiba di rumah sakit dan operasi pun dimulai. 2 jam berlalu akhirnya operasi pun selesai,kain putih yang menutupi mata ini akan segera di buka,tak sabar lagi rasanya. Setelah lama menunggu kain ini berlahan-lahan di buka semuanya terlihat samar-samar dan aku sangat bahagia saat aku sudah bisa melihat. Ya melihat semuanya Ayah,Ibu,warna langit yang selalu di ceritakan ayah dan indahnya pemandangan malam.

Setelah selesai akhirnya kita pulang kerumah,ayah dan ibu memberikan ku sesuatu berupa sepucuk surat yang ternyata itu dari Nisa.
“Dear Ana”
Ini aku Nisa,Apa kabar? Pasti baik banget hehe
Cie kamu sekarang udah bisa memenuhi impian mu sekarang,tapi sayang na ……
Maaf banget aku udah gak bisa nemenin kamu lagi,bantuin kamu pas kamu lagi di kerjain sama geng centil itu,tapi aku yakin kok kamu bisa tanpa aku. Terakhir aku menulis surat ini saat aku sudah tak mampu lagi untuk bertahan sakit kanker ini membuatku sangat lemah . So Maafin aku yah yang beberapa hari lalu menjauhi mu itu karena aku gak pengen kamu tau kalau aku sebenarnya sedang sakit. Jaga mata yang ku berikan sepenuh hati untukmu agar aku bisa melihatmu bahagia di atas sana . I MISS YOU ANA
                                                   From: Your Bestfriend
                                                                     (Nisa)
Deg detak jantungku serasa begitu kencang,tubuh pun terasa lemah,air mata ini tak dapat terbendung lagi terasa mengalir deras bagaikan hujan. Tuhan kenapa semua ini harus terjadi biarkan saja aku buta tak dapat melihat apapun tapi kembalikan sahabatku Nisa. Ayah dan ibu mncoba menenangkan diriku. Akhirnya aku bisa mengikhlas kan dia meski kadang aku sangat merindukannya,terima kasih sahabat karena dirimu aku bisa melihat segalanya dan aku berjanji akan selalu menjaga mata ini dengan baik.

Tamat


Tidak ada komentar:

Posting Komentar