Terlihat
awan hitam diatas langit nampak akan turun hujan kata ayah,sekilas terdengar
ada seseorang yang sedang berlalu lalang begitu sangat ramai walaupun,keadaan
sudah mulai gelap. Oh ya,nama ku Ana aku masih duduk di bangku SMA kata orang
aku sangat berbeda dengan yang lain tapi,perbedaan itulah yang membuat ku
berangan ingin seperti mereka.
Hari sudah
gelap tapi tetap saja mata ini tak bisa terpejam. Kadang mata mengeluarkan air
mata tanpa ada sebab yang jelas,mungkin di langit malam terlihat berjuta
bintang yang indah dan bulan sabit yang menambah cantiknya pemandangan di luar
sana ,ingin sekali aku turun dan melihat segalanya tapi sudahlah .
Berharap
malam ini akan menjadi waktu yang sangat panjang dan tak menginginkan terlelap
secepat ini,dalam hati berkata Tuhan kenapa,kenapa harus sangat sulit?Apakah
kau memiliki rencana di balik ini semua ? kata ibu untuk apa menjadi mereka
sedangkan jadi diri sendiri itu lebih baik tapi hati ini selalu berkata
seandainya saja bisa seperti mereka pasti sangat menyenangkan.
Suara pintu
membuyarkan lamunan ku ternyata ibu,Dia menyuruh agar segera tidur waktu sudah
sangat malam dan besok harus bangun pagi untuk berangkat sekolah. Baiklah
selamat malam
Kring kring
kring jam kecil mulai berbunyi cepat sekali terasa baru 5 menit aku tidur sudah
pagi saja malas sekali rasanya bangun dari tempat tidur terlebih lagi bertemu
dengan mereka. Sudahlah bergegas mandi dan berangkat sekolah.
Sesampainya
di sekolah aku sudah sarapan,sarapan hinaan dan cacian yang biasa tertelan di
setiap harinya. Tak masalah bagiku mungkin tanpa mereka sepi hidup ini . Banyak
kejuatan dari mereka hari ini yah mereka geng-geng centil di sekolah.Hmm mandi
lagi deh karena tersiram air bekas pel dan permen karet yang menempel di kursi
membuat tak sanggup menahan tangis.tapi,aku masih memiliki seorang teman
namanya Nisa dia selalu ada untukku tapi ada yang aneh dari dia akhir-akhir
ini.
Mungkin,karena
ketidak sempurnaan diriku dia malu,kalau dia malu kenapa selalu baik,ada apa
ya?. Dia bilang aku sahabatnya,mungkin hanya hayalan belaka. Sudahlah pulang
saja sudah di jemput ayah lagian gak penting jugak.
Baru sampai
rumah kabar baik menyapa,kata ibu aku akan segara melakukan operasi,bahagia
rasanya mendengarnya sebentar lagi hinaan dan cacian dari orang-orang sekitar
sudah tak akan lagi terdengar di telinga dan pastinya aku akan menemui sahabat
ku Nisa,dia pasti terkejut dan tak akan malu lagi bersahabat dengan aku.
Malam pun
tiba seakan lama sekali,waktu yang sangat lama ini mungkin di sebabkan Karena
diriku tak sabar melakukan operasi, memejamkan mata saja sangat sulit,biarlah
agar aku dapat merasakan kegelapan ini untuk yang terakhir kalinya.
Matahari pun
lama kelamaan muncul,sudah pagi rupanya,aku segera bangun dan mandi ,dalam hati
berkata semoga semuanya berjalan dengan baik rasa bahagia ini seakan berubah
menjadi takut saat telah tiba di rumah sakit dan operasi pun dimulai. 2 jam
berlalu akhirnya operasi pun selesai,kain putih yang menutupi mata ini akan
segera di buka,tak sabar lagi rasanya. Setelah lama menunggu kain ini
berlahan-lahan di buka semuanya terlihat samar-samar dan aku sangat bahagia
saat aku sudah bisa melihat. Ya melihat semuanya Ayah,Ibu,warna langit yang
selalu di ceritakan ayah dan indahnya pemandangan malam.
Setelah
selesai akhirnya kita pulang kerumah,ayah dan ibu memberikan ku sesuatu berupa
sepucuk surat yang ternyata itu dari Nisa.
“Dear Ana”
Ini aku
Nisa,Apa kabar? Pasti baik banget hehe
Cie kamu
sekarang udah bisa memenuhi impian mu sekarang,tapi sayang na ……
Maaf banget
aku udah gak bisa nemenin kamu lagi,bantuin kamu pas kamu lagi di kerjain sama
geng centil itu,tapi aku yakin kok kamu bisa tanpa aku. Terakhir aku menulis
surat ini saat aku sudah tak mampu lagi untuk bertahan sakit kanker ini
membuatku sangat lemah . So Maafin aku yah yang beberapa hari lalu menjauhi mu
itu karena aku gak pengen kamu tau kalau aku sebenarnya sedang sakit. Jaga mata
yang ku berikan sepenuh hati untukmu agar aku bisa melihatmu bahagia di atas
sana . I MISS YOU ANA
From: Your Bestfriend
(Nisa)
Deg detak
jantungku serasa begitu kencang,tubuh pun terasa lemah,air mata ini tak dapat
terbendung lagi terasa mengalir deras bagaikan hujan. Tuhan kenapa semua ini
harus terjadi biarkan saja aku buta tak dapat melihat apapun tapi kembalikan
sahabatku Nisa. Ayah dan ibu mncoba menenangkan diriku. Akhirnya aku bisa
mengikhlas kan dia meski kadang aku sangat merindukannya,terima kasih sahabat
karena dirimu aku bisa melihat segalanya dan aku berjanji akan selalu menjaga
mata ini dengan baik.
Tamat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar